Oknum Dokter Ancam Polisikan Ayah dan Bibi dari Bayi yang Meninggal di Puskesmas Waiknuit 16 September Lalu
KLIKFLOBAMORA.COM– Oknum Dokter yang kini sedang bertugas di Puskesmas Waiknuit, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, ‘mengancam’ akan mempolisikan Ayah dan bibi dari bayi yang meninggal pada (16/09/2025), yang diduga menjadi korban ‘telat penanganan’ oleh dokter Puskesmas Waiknuit.
Informasi ini diketahui setelah pengguna media sosial Facebook ramai membagikan tulisan pada dinding Facebook dengan nama akun Essy Ujan. Pada tulisan di dinding Facebook atas nama Essy Ujan, tertanggal 03/10/2025, Essy menanggapi ancaman tersebut dengan Kop ‘Surat Terbuka Untuk Dokter Puskesmas Waiknuit’.
Surat Terbuka Untuk Dokter Puskesmas Waiknuit
Tulisan yang ramai dibagikan oleh masyarakat maya itu kemudian menjadi atensi publik Lembata, seraya memberi kecaman terhadap dokter yang dinilai arogan oleh masyarakat maya.
Essy Ujan, yang diketahui merupakan bibi (saudari bungsu dari ayah bayi) dari bayi perempuan malang yang menghembus nafas terakhirnya di Puskesmas Waiknuit dua pekan yang lalu, membeberkan fakta pengancaman terhadap saudaranya dan dirinya.
“Ibu perawat yang kirim pesan ke saudara saya untuk saya hapus postingan karena dokter merasa dirugikan dan ingin pulihkan nama baiknya, dan dokter ancam untuk mau polisikan,” demikian tulisan Essy Ujan.
Dalam tulisannya itu, Essy mengungkapkan bahwa selain saudaranya, dirinya pun turut diancam oleh oknum dokter sehingga baik dirinya dan saudaranya, telah siap untuk dipenjarakan oleh oknum dokter yang melakukan pengancaman tersebut.
“Saudara saya siap dipenjarakan demi pelayanan yang lebih baik lagi untuk masyarakat lainnya,” tulis Essy.
Terhadap pengancaman dari oknum dokter kepada Essy dan saudaranya, Essy pun mengaku tak gentar dan siap dipenjarakan apabila telah kembali dari London, karena untuk saat ini dirinya masih menjalani kontrak kerja di London.
Masih dalam tulisannya itu, Essy mengungkapkan bagaimana dengan susah payah Ibu dan ayah dari bayi malang tersebut, merawat dan menjaga dengan hati-hati bayi sedari dalam kandungan ibunya, sampai bayi malang itu dilahirkan dengan selamat.
Namun sayangnya, karena bayi sering mengeluarkan lendir saat kebanyakan meminum ASI, maka kedua orang tua bayi itu membawanya ke Puskesmas Waiknuit guna meminta rujukan ke RSUD Lewoleba.
Di Puskesmas inilah, peristiwa naas yang merenggut nyawa si bayi terjadi. Essy menyebut, akibat oknum dokter tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap kondisi bayi dan langsung memerintahkan pemasangan infus itulah yang menyebabkan kematian bayi.
“Baby gemetar dan meninggal seketika yang mana pada saat itu tidak ada persiapan fasilitas alat pendukung, oksigen, dan lain-lain,” tulis Essy.
Terhadap permintaan oknum dokter untuk menghapus status di media sosial karena merasa dirugikan, Essy menyanggupinya namun dengan catatan, oknum dokter harus menghidupkan lagi bayi yang telah meninggal dunia itu dan memberi rujukan ke RSUD Lewoleba.
Essy Ujan Membenarkan Ada Ancaman dari Dokter Untuknya dan Saudaranya
Essy Ujan, saat dikonfirmasi mengenai ancaman dari oknum dokter yang menangani bayi dari saudarinya, membenarkan bahwa telah terjadi pengancaman terhadap dirinya dan saudaranya.
Ia menerangkan, informasi ancaman yang ia share di media sosial (Facebook) miliknya tersebut diperoleh dari salah satu perawat yang juga sama-sama bertugas dengan oknum dokter di Puskesmas Waiknuit.
“Salah satu perawat inbox ke saudara saya (bapaknya si bayi), suruh untuk saya dan saudara saya harus hapus postingan karena dokter merasa dirugikan dan dia ingin pulih nama baiknya. Kata perawat itu dokter mau polisikan kami demi nama baiknya,” jelas Essy kepada media, Sabtu, 04/10/2025 tengah malam.
Untuk diketahui, terjadinya peristiwa pilu itu diduga akibat lambatnya penanganan oleh dokter dan dokter diduga melanggar SOP, sehingga berujung kematian bayi pada 16/09 yang lalu.
Komisi III DPRD Lembata Akan Meminta Keterangan dari Saudaranya dan Dokter Bersangkutan
Sejatinya, pihak keluarga telah mengadukan persoalan ini pada Ombudsman tetapi hingga saat ini, menurut Essy, belum ada kejelasan terkait proses dari persoalan ini.
“Saudara saya sudah pernah dibantu oleh Ombudsman, tetapi setelah Dokter dipanggil menghadap, tidak ada informasi lagi dari Ombudsman sampai sekarang,” ungkap Essy.
Kepada media KLIKFLOBAMORA.COM, Essy mengaku baru saja menerima pesan WhatsApp dari ayah kandung si bayi perihal kelanjutan mengenai persoalan ini.
Menurut Essy, saudaranya itu baru saja ditelpon oleh orang-orang di Peten Ina (komisi III), yang akan membahas persoalan ini dalam rapat. Saudaranya diminta untuk ikut hadir agar bisa memberi keterangan dan menjelaskan kronologi kejadian, untuk selanjutnya Komisi III akan memanggil dokter bersangkutan untuk dimintai keterangannya.
“Abang saya ada kirim pesan ke saya sini, kalau dia di telpon dari orang-orang yang kerja di Peten ina, yang katanya Komisi III ada bahas dalam rapat. Jadi nanti abang saya akan di panggil untuk berikan keterangan dan kronologi kejadiannya baru Dokter di panggil,” jelas Essy Ujan.
Essy berharap agar persoalan ini segera menemui titik terang, sehingga para pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas kejadian ini bisa menerima hukuman yang setimpal karena dari pihak keluarga sangat merasa kehilangan sosok bayi yang sangat didamba-dambakan. ***





