Sambut Komisaris Independen Baru, Bank NTT Siap Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Bisnis

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena melantik Flouri Rita Wuisan sebagai Komisaris Independen Bank NTT

KUPANG, KlikFlobamora – Jajaran Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) resmi lengkap. Flouri Rita Wuisan dilantik sebagai Komisaris Independen Bank NTT untuk masa bakti 2026-2031, Senin (26/10/2026).

Pelantikan dilakukan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, berdasarkan Keputusan Gubernur NTT Nomor 386/KEP/HK/2026.

Kelengkapan komposisi komisaris dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat fungsi pengawasan dan mendorong transformasi Bank NTT sebagai bank yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Gubernur NTT dalam arahannya meminta agar Bank NTT terus memperkuat perannya sebagai penggerak perekonomian daerah.Ia menekankan dua hal utama yakni perluasan akses pembiayaan UMKM dan penguatan keamanan sistem digital.

“Bank NTT terus menjadi instrumen penggerak perekonomian daerah, penggerak pelayanan publik, dan juga turut berkontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi di seluruh NTT,” ujar Gubernur Melki.

Ia juga secara khusus mengingatkan jajaran direksi untuk memperketat sistem keamanan digital dari ancaman kejahatan siber dan fraud.

“Saya pesan betul, perkuat dan perketat security sistem untuk urusan digital kita. Jangan sampai uang kita hilang, kasihan masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi pelantikan tersebut, Komisaris Independen Bank NTT Flouri Rita Wuisan menyatakan komitmennya untuk segera menjalankan fungsi pengawasan.

Menurutnya, agenda awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal bersama jajaran direksi dan pemegang saham untuk menyusun rencana kerja yang terukur, meski tahun anggaran 2026 hanya tersisa dua bulan.

“Tentunya kami akan duduk bersama lagi, karena saya baru bergabung, akan duduk bersama untuk menyusun rencana kerja. Walaupun sekarang tahun anggarannya tinggal dua bulan, tetapi tentunya kita punya target-target yang harus kita tetapkan,” jelas Rita.

Ia menambahkan, penguatan koordinasi akan dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah provinsi, bupati dan wali kota se-NTT sebagai pemegang saham, serta pemegang saham syariah.

Pelantikan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo, para bupati/wali kota, pimpinan Bank Indonesia Wilayah NTT, OJK Kupang, serta jajaran manajemen Bank NTT

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Penulis: Roy Beraona

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan